Monday, January 23, 2012 | 9:56 AM | posted by tiR shabrina


Dear Apriyani @siNengApril,

Mungkin kamu segan membaca surat ini, kamu menjadi apatis dan berpikir bahwa semua yang menyebut namamu di internet selalu memakimu.
Aku tidak akan menghakimimu di sini. Biar itu tetap menjadi pekerjaan Tuhan saja.
Sekali lagi, ini adalah surat cinta, jadi aku tidak akan menebar kata-kata kasar di surat ini .Jadi tolong baca surat ini sampai habis ya.

Sebelumnya aku tidak pernah mengenalmu dan tentu saja kamu juga tidak kenal aku.
Yang aku tau tentangmu hanya bahwa kamu adalah seorang perempuan tambun 29 tahun pengendara Xenia maut yang menewaskan sembilan orang di Tugu Tani pada hari Minggu menjelang tengah malam.
Yang aku tau tentangmu adalah bahwa kamu adalah orang yang mengendarai mobil 100 km/jam dalam keadaan mabuk, sehabis pesta shabu, tanpa membawa SIM, STNK dan.. . otak!
Oups, maaf. Bukan maksudku mulai memojokkanmu dan mengecammu di sini. Toh, pengguna media lain telah melalukannya sejak kemarin, dan kamu sudah begitu tersiksa karenanya. Semoga.

Di surat ini aku hanya ingin bilang terima kasih.
Di luar pandanganku tentang kamu Si Pembunuh, aku benar-benar ingin berterima kasih.
Aku sebagai pengendara di jalan juga sering merasa kantuk tetapi tetap memaksa untuk tetap mengendarai motor, padahal itu tindakan berbahaya. Bisa saja aku tanpa sadar tancap gas dan menabrak orang yang sedang berjalan atau merusakkan inventaris kota.
Aku sebagai pejalan juga sering lalai dalam berlalulintas, sering menyebrang jalan sembarangan, sering bercanda di pinggir jalan dan lain sebagainya. Bisa saja karena tindakanku aku menjadi celaka sendiri atau mencelakai orang lain.
Bisa saja kan. Semuanya bisa saja terjadi di jalanan.
Pristiwa kemarin sudah mengingatkan aku tentang sifat 'tidak adil' dari jalanan.
Ketika kita waspada, kita juga harus siap atas ketidak waspadaan orang lain karena belum tentu mereka juga waspada.
Aku tidak ingin menjadi sepertimu, atau seperti orang-orang yang mati di tanganmu. Karena itu aku tidak akan meremehkan jalanan lagi.

Oke, begitu saja ya. Aku tidak ingin terlihat sok kenal kepadamu. Surat ini juga tidak perlu dibalas kok, makanya aku tidak menyertakan perangko balasan :p
Selamat menjalani sisa hidupmu yang entah bagaimana kelanjutannya itu.


Salam,
Aku.

Labels: , , ,

9 comments //Post a Comment


--- ----- -- --- ----- ---- - -- -- ---- -- - - --- -- - - - ---- -- -- ----- -- ------ - ---- ---- -- - ---
© www.akarserabut.com