Wednesday, January 18, 2012 | 3:33 PM | posted by tiR shabrina


Kepada adik kecilku, M. Razif Shidiq.

"Enak aja 'adik kecil'!", mungkin itu gerutumu ketika membaca surat ini. Kemudian protes berlanjut pada penjelasanmu tentang umurmu yang bertambah pada hari ini. Haha, maaf deh, tapi bagiku kamu tetap adik kecilku. Mungkin karena kita jarang bertemu--biasanya hanya dua kali waktu dalam setahun, aku jadi sering salah mengingat umurmu. Seperti hari ini, memoriku menyimpan wujudmu sebagai anak kecil bau kencur memakai seragam merah-putih lengkap dengan topinya. Nggak nyangka kalau sekarang anak kecil bau kencur itu sudah memakai seragam yang berbeda warna, sudah tumbuh menjadi anak belasan tahun, memasuki pintu remaja, dan sudah mulai berani mencoba parfum dan mengubah gaya rambut pula.

Jangan-jangan kamu juga nggak nyangka akan menerima surat ini. Sebenernya judul surat ini adalah surat cinta. Aiiih, aneh ya, padahal dari dulu kita tidak pernah akur, selalu berantem dan beragumen. Kamu dan kakakmu yang lain selalu bersekongkol melawan aku, membuat aku kalah. Tapi ketika kalian kalah dan menangis, aku yang dimarahi Bunda. Haaah, begitulah menjadi anak pertama, selalu menjadi yang bertanggung jawab blogger-emoticon.blogspot.com
Ingatan tentang hal itu sekarang malah membuatku tertawa geli karena rindu. Aku rindu bercanda bersama kalian lagi bahkan aku rindu saat-saat berantemnya juga. Mengakulah, kalau kamu juga sama sepertiku. Dari sini aku sering mendengar Bunda bercerita kalau kamu kadang suka menanyakan kami, kakak-kakakmu. Bertanya "Kapan Mbak Yaya pulang?" atau "Kenapa Mas Iki nggak jadi pulang?" dan sebagainya. Nah, ketahuan kan? Hancur sudah gengsimu itu:face54:
Maka kukumpulkan dan kuselipkan beragam bentuk kata rindu dalam amplop surat cinta hari ini. Khusus untukmu, sebagai hadiah ulang tahunmu


adik kecilku,
Bagaimana hari ulang tahunmu? Masihkah ayah suka mengajak 'Si Ulang Tahun' dan anggota keluarga yang lain makan-makan syukuran di restoran favorit kita seperti dulu? Jika iya, aku iri. Tentu saja karena aku tidak ikut serta. Tapi, pasti sepi rasanya makan-makan tanpa Kakakmu ini, kan? :p
Makanya, doakan agar aku cepet sarjana, berkerja dan punya uang yang banyaaaaaak, sehingga kita bisa tinggal satu kota lagi, satu rumah lagi. Merayakan ulang tahun bersama lagi.
Dan kamu, juga harus berusaha di sana. Harus menjadi 'anak tunggal sementara' yang patuh pada Ayah Bunda, kalo disuruh makan sayur jangan ngeyel. Harus jadi anak laki-laki yang mandiri dan nggak cengeng. Harus rajin belajar, berprestasi di sekolah, dan ekskul kamu. Jadi, nanti ketika kita berkumpul lagi, kita bisa menikmati segala usaha kita bersama.


adik kecilku,
Sampai di sini dulu suratnya. Kalau terlalu panjang nanti malah nggak kamu baca. Salam buat Ayah dan Bunda.
Sekali lagi, Selamat ulang tahun, adik kecil! Selamat dewasa dan menjadi orang besar! :face64:



Peluk,
Kakak besarmu (?), Yaya



NB: Jangan keseringan main game online! Inget!



Labels: ,

1 comments //Post a Comment


--- ----- -- --- ----- ---- - -- -- ---- -- - - --- -- - - - ---- -- -- ----- -- ------ - ---- ---- -- - ---
© www.akarserabut.com